Ujian Psikologi Pendidikan Magister Pendidikan

Oleh : Armansyah

SOAL

1. Diantara berbagai faktor yang mempengaruhi belajar siswa, motivasi sering dipandang sebagai faktor yang cukup dominan. Jelaskan dan berikan contoh apa saja yang dapat dilakukan oleh seorang guru dalam meingkatkan motivasi belajar siswanya!

JAWABAN

Adapun bentuk-bentuk/upaya yang bisa dilakukan guru dalam memotivasi belajar siswa diantaranya adalah :

a. Memberi pujian Verbal

Saat seorang siswa berhasil menjawab pertanyaan kita, membuat pekerjaan rumah sesuai dengan waktu yang ditentukan dan sebagainya, berikan pujian padanya secara langsung didepan kawan-kawannya yang lain. Misalnya dengan mengucapkan kata-kata “Luar biasa”, “Hebat”, “Excellent”, “Great Job”, “Terimakasih” dan sejenisnya.

b. Memberi hadiah

Sama seperti diatas, hanya saja sebagai reward guru bisa memberikan hadiah tertentu kepada siswa yang mengerjakan tugasnya dengan baik. Misal seperti memberinya coklat, uang, tas dan sebagainya

c. Memberi hukuman tertentu yang bersifat mendidik sebagai reinforcement pada siswa yang melakukan pelanggaran seperti tidak mengerjakan pekerjaan rumah, nilai ujian jelek dan semacamnya. Sehingga hal ini menjadi motivasi bagi siswa agar kedepannya bisa lebih baik.

d.  Menggunakan berbagai macam bentuk mengajar. Guru tidak hanya terpaku pada cara-cara lama atau konvensional dalam mengajar siswa.

SOAL

2. Salah satu implikasi penelitian tentang memori terhadap pembelajaran adalah bahwa guru harus memandang tugas mereka adalah untuk membantu siswa membentuk record (rekaman) permanen terhadap informasi yang disajikan dikelas. Jelaskan apa maksudnya dan berikan contoh.

JAWABAN

Memori atau ingatan pada intinya adalah suatu daya jiwa yang mampu untuk menerima, memahami, menyimpan, mengenang, dan memproduksi kembali berbagai pengertian atau tanggapan yang pernah diketahui dan dilalui.

Dalam proses interaksi guru dan murid dikelas, salah satu strategi dari guru adalah membuat muridnya tidak hanya ingat terhadap pelajaran yang diberikan dalam tempo singkat (misalnya seperti dihapalkan untuk ujian saja ketika proses pembelajaran berlangsung) namun juga membekas dijiwanya, dimengerti secara baik sehingga menumbuhkan suatu bentuk pemahaman sampai kapanpun, meskipun proses pembelajaran dikelas itu sudah lama berlalu.

 

SOAL

3. Menurut para ahli, emosi berpengaruh besar pada kualitas dan kuantitas belajar. Jelaskan apa yang dapat dilakukan oleh guru dalam kaitan dengan ini guna membantu siswa memaksimalkan hasil belajarnya dan berikan contoh!

 

JAWABAN

Guru bisa menciptakan menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan, baik secara fisik maupun psikologisnya. Misalnya dimulai dari penataan ruangan kelas, alat bantu belajar, metode pengajaran, cara penyampaian, kebersihan, penampilan yang selalu tersenyum sampai kepada penyertaan musik-musik lembut peneman belajar siswa.

 

SOAL

4. Menurut De Boni (1989) ada dua tipe berpikir, yaitu: berpikir vertikal dan berpikir lateral. Kedua-duanya perlu dikembangkan pada diri siswa melalui proses pembelajaran. Menurut pendapat anda, apa yang bisa dilakukan oleh para guru saat ini dalam mengembangkan kedua tipe berpikir ini pada diri siswa? Jelaskan dan berikan contoh aplikasinya!

 

JAWABAN

Prinsip dasar berpikir lateral adalah setiap cara khusus untuk melihat sesuatu di antara banyak kemungkinan cara lain. Berpikir lateral tetap menggunakan berbagai fakta yang ada, menentukan hasil akhir terhadap apa yang akan dicapai, dan kemudian secara kreatif mencari alternatif pemecahan masalah dari berbagai sudut pandang yang paling mungkin mendukung hasil akhir tersebut. Istilah lain dari berpikir lateral adalah berpikir out of the box. Seseorang tidak dapat menggali lubang di tempat yang berbeda dengan menggali lebih dalam lubang yang sama.

Contohnya : Selama ini didalam mengajar, guru biasanya memberikan materi terlebih dahulu baru memberikan ujian atau latihan. Melalui penerapan berpikir lateral, guru diawal kelas tidak langsung memberi materi secara teoritis tetapi langsung masuk kedalam latihan soal atau project tertentu sehingga proses pemahaman materi tekstual akan diperoleh secara langsung oleh siswa melalui konsep learn by doing.

Berpikir vertikal atau berpikir secara konvergen adalah berpikir logis konvensional yang selama ini kita kenal dan umum dipakai. Pola berpikir ini dilakukan secara tahap demi tahap berdasarkan fakta yang ada, untuk mencari berbagai alternatif pemecahan masalah, dan akhirnya memilih alternatif yang paling mungkin menurut logika normal. Berpikir metode ini adalah berpikir secara untung-rugi, sebab dan akibat.

Contoh adalah pola pemecahan soal yang selama ini umum  dilakukan.

Categories: Pascasarjana, Teknologi Pendidikan | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: