Metode Penelitian : Langkah-langkah penelitian ilmiah

3 langkah pokok Penelitian ilmiah :

  1. Kajian teori yang sudah ada (uji koherensi), mencari jawaban melalui pengetahuan yang sudah ada dan memunculkan Hipotesis (kesimpulan sementara)
  2. Uji korespodensi (pengumpulan data dilapangan)
  3. Kesimpulan

Data : fakta yang terseleksi berkaitan dengan variabel penelitian/ persoalan penelitian yang memerlukan jawaban. Tidak semua fakta bisa dijadikan data melainkan hanya yang terseleksi saja.

Kaitan dengan pengumpulan data : harus jelas data yang diperlukan (teknik pengumpulan data), alat apa yang akan digunakan untuk mencari data (instrumen).

Data penelitian berdasar sumbernya :

  1. Data primer : data yang diperoleh oleh sipeneliti langsung kepada sumbernya
  2. Data sekunder : data yang dikumpulkan oleh orang lain dan digunakan oleh si peneliti

Macam-macam data menurut skala pengukurannya :

  1. Data interval : jarak sama, tidak punya nilai absolut à hasil belajar, skala nilai (contoh : apakah orang yang mendapat nilai A atau 100, benar-benar orang yang pintar?)
  2. Data ordinal : jarak tidak sama, makin kecil peringkat makin tinggi nilai à ranking, golongan pangkat (misal pangkat 1A lebih tinggi dari pangkat 4A), juara dan sebagainya
  3. Data rasio : jarak sama, mempunyai nilai 0 mutlak à ukuran, takaran, timbangan
  4. Data nominal : diskrit, terpisah,j kualitatif à L/P, siang/malam, T/F dan sebagainya

 Menurut sifatnya :

1. Data kualitatif : data yang tidak berbentuk bilangan dan bersifat kategorik.

Contoh : L/P, T/F, agama, pekerjaan, dan seterusnya

2. Data kuantitatif : berbedantuk angka.

Contoh : ukuran tinggi/rendah, ukuran panjang, nilai prestasi dan sebagainya

 Macam dan cara pengumpulan data :

  1. Wawancara : dibantu oleh alat berupa instrumen wawancara (interview guidance/panduan wawancara) guna menghindari adanya penyimpangan topik dalam proses wawancara.

Tujuannya : digunakan untuk menjaring fakta, keyakinan, niat, keinginan, ide/gagasan yang jarang diungkapkan keluar

Alat : catatan secara tertulis atau rekaman secara audio visual, ingatan

 

Teknik wawancara yang perlu dikuasai : language skill, body language, jangan menggunakan kata-kata yang sama (iya-iya-iya), probing skill (penggalian pertanyaan), note taking skill, menyimpulkan

 

Wawancara terbagi atas 2 :

  1. Wawancara terstruktur,
  2. Wawancara tidak terstruktur

 Kuisener / Questioner : melalui daftar pertanyaan dan pilihan jawaban yang tersedia atau terbuka

  • Berguna untuk menjaring data (sampelnya banyak)
  • Pembuatan dilakukan secara ringkas, jelas dan tidak bermakna ganda
  • Kelemahan : hanya untuk responden yang dapat baca tulis

 

Sasaran kuisener : bersifat afektif dan opini (bentuk sikap)

Ukuran sampel disebut banyak jika responden diatas 30 orang

Bedanya dengan test : ujian (menguji kemampuan audien terhadap kemampuan, bakat, hasil belajar, kecerdasan dan seterusnya).

Sasaran test : kognitif atau kinerja

Observasi, 

  • Dokumen, 

Pengamatan 

 

 

Categories: Pascasarjana, Teknologi Pendidikan | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: