Android dan sejarahnya

By Armansyah


Tulisan ini  merupakan kompilasi atau gabungan dari sejumlah tulisan yang sudah pernah ada menyangkut sistem operasi Android. 

BTW. Seberapa jauh pengetahuan yang anda miliki mengenai Android ini sendiri? 

Ponsel Android pertama saya adalah Sony Ericsson Xperia seri X10i yang saya beli sekitar tahun 2010 lalu. Smartphone satu ini, begitu banyak membantu aktivitas saya dalam melakukan banyak hal. Kapasitas kameranya yang tinggi (8.1 megapixel) sampai pada fitur-fitur lainnya khas Sony Ericsson telah begitu memanjakan saya. 

Hanya sayang, kelemahan dari SEX10i ini adalah sistem operasi yang digunakannya secara resmi cukup jadul, yaitu Android versi 1.6 (Cup Cake) dan tertinggi setelah diupdate officialnya adalah versi 2.3.3 (Ginger Bread).

x10ku

Meskipun dengan cara nakal kita bisa tetap mengakalinya untuk diupdate dengan Android versi Ice Cream atau Jelly Bean sekalipun, hanya sayang saya tidak cukup berani untuk melakukannya seperti ketika saya melakukan proses rootingnya🙂

Berbeda dengan versi Android Tablet Samsung SG-N8000 terbaru saya yang sudah menggunakan Jelly Bean dengan semua fitur premium canggih, multitasking dan oke lainnya secara resmi. 

samsungkoe

O.iya. Dari tadi kita menyebut istilah makanan dan minuman untuk versi Android, ada Cupcake, ada Donut dan terakhir ada Jelly Bean. Yup, itulah beberapa istilah resmi untuk menyebut versi-versi dari Android.

Sekarang, mari kita bahas lebih jauh sejarahnya ….

Sistem operasi Android pertama kali ditemukan oleh Andy Rubin atau lengkapnya Andrew E. Rubin. Andy adalah pelopor teknologi Android dalam ponsel smartphone maupun tablet modern. Dia lahir pada tanggal 22 Juni 1946 di New Bedford, Amerika Serikat.

Andy-Rubin-and-Android-logo

Pada awal tahun 2002, Rubin memberikan sebuah kuliah di Stanford mengenai pengembangan sebuah perangkat yang disebut dengan nama Sidekick. Perangkat ini sendiri awalnya bernama Danger Hiptop, namun di pasaran ia dikenal sebagai T-Mobile Sidekick atau Sidekick saja. 

Kemunculan Sidekick tepat ketika populeritas PDa menurun, Andy yang pernah bekerja di Apple dan Microsoft ini lalu membuat sebuah perangkat, kira-kira seukuran batang cokelat, yang ditargetkannya bisa dijual dipasar dengan harga di bawah 10 dolar dengan kegunaan bisa untuk men-scan sebuah benda serta mendapatkan informasi soal benda itu dari Internet. Lalu, ditambahkan perangkat radio dan transmiter.

Sayangnya penjualan Sidekick di pasaran tak meledak, perangkat itu dinilai cukup baik dari sisi engineering. Nah, ketika Rubin memberi kuliah di Standford tentang Sidekick inilah ia bertemu dengan Larry Page dan Sergei Brin, pendiri Google. Keduanya lalu tertarik dengan kreatifitas Andy Rubin melalui proyek Sidekicknya, apalagi dalam perangkat itu, Andy Rubin menjadikan Google sebagai perambah web utamanya.

Singkat cerita Rubin lalu menawarkan konsep Sidekick itu kepada Google dengan pengembangan lebih lanjut kedepannya.  
Rubin mempresentasikan pada Page bahwa bisnis ponsel canggih atau smartphone semakin menuai popularitas dimasa itu dan akan terus populer dimasa depan. Namun sayangnya menurut Rubin, industri mobile terjebak pada sistem yang tertutup sebagaimana yang dulu kita ketahui melalui sistem operasi Java, Symbian, Windows dan juga Apple.

Rubin merasa punya solusi dengan Android yang ia buat didalam device Sidekicknya itu. Disana Rubin berkeinginan suatu hari Android menjadi platform mobile open source yang bisa diinstal semua vendor ponsel manapun. Android dikatakannya akan punya spirit Linux tapi akan sepopuler Windows atau malah bisa lebih populer dari Windows. Penawaran dari Rubin ditanggapi positip oleh Larry Page dengan langsung mengakuisisi proyek Rubin tersebut. Jadilah Google meminang Android pada bulan Juli 2005, diestimasi harganya sekitar USD 50 juta. Jagat teknologi pun dipenuhi spekulasi apa yang akan dilakukan Google dengan Android.

Rubin kemudian diangkat menjadi Senior Vice President Mobile di Google, di mana ia mengawasi langsung proses pengembangan Android disana. Rubin juga memiliki empat paten untuk penemuannya. Android adalah sistem operasi yang berbasis Linux untuk telepon seluler seperti telepon pintar dan komputer tablet. Android menyediakan platform terbuka bagi para pengembang untuk menciptakan aplikasi mereka sendiri untuk digunakan oleh bermacam peranti bergerak.

November 2007, Google mengadakan konferensi pers. Disana diumumkan terbentuknya Open Handset Alliance yang didirikan Google bersama 34 perusahaan lain, untuk mengembangkan OS Open Source untuk ponsel. Kala itu, banyak pihak masih skeptis, terutama para pesaing. CEO Microsoft Steve Ballmer menilai kata-kata Google kosong. Sedangkan Nokia mengira OS tersebut hanya versi Linux biasa dan bukan ancaman signifikan. Seminggu kemudian, Google meluncurkan software developer kit Android gratis di websitenya dan mengadakan perlombaan aplikasi terbaik. Niat Google akhirnya tercium, mereka akan merilis OS yang akan digunakan oleh banyak vendor.

HTC, Motorola dan LG mengumumkan rencana produksi handset Android. OS ini sepenuhnya bebas dikustomisasi oleh pabrikan. Misi Google adalah semakin banyak orang akan mengakses layanan Google dari Android. Android digadang akan menggantikan PC. 

“Android adalah pembuatan ulang internet dan cerita tentang PC. Dan semua itu akan terjadi.” kata CEO Google kala itu, Eric Schmidt dengan nada optimistis. Ponsel pertama dengan sistem operasi Google Android akhirnya dirilis tahun 2008. Ponsel besutan HTC yang dinamakan T-Mobile G1 itu diluncurkan di New York dan kala itu digadang-gadang bakal menggoyang dominasi smartphone Apple iPhone ataupun BlackBerry.

Ponsel itu mulai dijual di Amerika Serikat pada bulan Oktober seharga USD 179 dan di Inggris pada awal November. Kedatangan Android tentunya meruncingkan persaingan antara Google dengan para rival seperti Apple, Microsoft dan Nokia untuk menciptakan software ponsel generasi masa depan. Ponsel G1 yang dibundling operator T-Mobile punya fitur layar sentuh dan keyboard sliding qwerty. Juga diberikan tiga pilihan warna bagi konsumen yakni hitam, putih dan cokelat. Fitur Wi Fi,GPS, kamera 3 megapiksel, email maupun instant messaging juga tersedia di ponsel ini.

G1 dilengkapi dengan berbagai aplikasi online Google semacam Gmail, YouTube dan juga ‘Google Maps Street View’. Dengan handset Android, Google ingin memicu makin banyak orang mengakses internet dan memakai layanan pencarian serta iklannya yang jadi sumber pemasukan utama. HTC Dream cukup laris meski tidak sefenomenal iPhone. Namun, inilah cikal bakal ponsel Android yang kini menguasai dunia.

Google Android kemudian menarik semakin banyak peminat. Pada akhir 2008, grup Open Handset Alliance yang didirikan Google untuk mendukung pengembangan Android berhasil menggaet 14 anggota baru yang terdiri dari berbagai perusahaan bidang teknologi.  Perusahaan tersebut bergerak dalam berbagai bidang, mulai dari pembuat ponsel, operator telekomunikasi hingga produsen chip. Bergabungnya perusahaan baru ini berarti semakin memperkuat posisi Android dalam industri ponsel, khususnya untuk menyaingi popularitas iPhone dari Apple. Nama-nama baru yang bergabung termasuk perusahaan besar seperti Sony Ericsson, ARM, Asustek, Garmin, Huawei Technologies, Toshiba, dan Vodafone.

Sesudah HTC G1, vendor lain seperti LG, Motorola dan Samsung menyusul dengan memperkenalkan handset Android pertamanya. Diikuti kemudian oleh Sony. Beberapa merek berhasil menuai popularitas besar. Seperti model Droid yang sukses membangkitkan Motorola dari keterpurukan. Samsung adalah salah satu produsen smartphone yang pada akhirnya sukses besar mengadopsi Android, terutama mulai seri Galaxy S yang diperkenalkan tahun 2010 sampai seri tablet terakhirnya ketika tulisan ini dibuat, SG-N8000 alias Note 10.1 

iPhone yang semula berkuasa pun mulai tertinggal, termasuk RIM Blackberry atau Windows Mobilenya Microsoft. Kini, deretan ponsel Android menguasai pangsa pasar 59% di segmen sistem operasi ponsel global.

android_kill

Nah, sekarang mari kita berkenalan dengan versi-versi dari Android itu sendiri :

key-lime-pie-cartoon

Android versi 1.1
Android memang diluncurkan pertama kali pada tahun 2007, namun sistem operasi ini mulai dirilis dan diterapkan ke berbagai gadget pada tanggal 9 Maret 2009 silam. Android versi 1.1 merupakan Android awal yang dimana versi ini baru memberikan sentuhan dibeberapa aplikasinya, diantaranya yaitu sistem antar muka bagi pengguna (user interface) yang lebih baik, jam dan beberapa aplikasi standar lainnya.
 
Android versi 1.5 (Cupcake)
Hanya perlu waktu kurang dari 2 bulan, yaitu pada bulan Mei 2009 Android kembali mengalami perubahan versi. Android versi 1.1 kemudian disempurnakan dengan Android versi 1.5 atau yang dikenal sebagai Android Cupcake. Perubahan  yang terjadi pada sistem operasi Android Cupcake bisa dibilang cukup banyak. Diantaranya adalah sistem fasilitas mengunggah video ke Youtube, aplikasi headset nirkabel bluetooth, tampilan keyboard dilayar, serta tampilan gambar bergerak yang lebih atraktif.
 
Android versi 1.6 (Donut)
Donut (versi 1.6) diluncurkan dalam tempo kurang dari 4 bulan semenjak peluncuran perdana Android Cupcake, yaitu pada bulan September 2009. Android versi Donut memiliki beberapa fitur yang lebih baik dibanding dengan pendahulunya, yakni mampu menayangkan indikator baterai pada ponsel, pengguna dapat memilih dan menentukan file yang akan dihapus, zoom-in zoom-out gambar dengan membaca gerakan serta arah gerakan tangan (gesture), penggunaan koneksi CDMA/EVDO, dan lain sebagainya.
 
Android versi 2.0/2.1 (Eclair)
Masih ditahun yang sama, Android kembali merilis operating sistem versi terbarunya, yaitu Android versi 2.0/2.1 Eclair. Android Eclair diluncurkan oleh Google 3 bulan setelah peluncuran Android versi 1.6. Dengan meluncurkan 4 versi ditahun yang sama, akhirnya begitu banyak perusahaan pengembang gadget atau handset yang mulai tertarik untuk menggunakan dan mengembangkan Android sebagai platform utama yang digunakan untuk handset-handset terbaru mereka. Inilah dimana era kebangkitan Android yang sempat mendobrak doktrin penggunaan sistem layar yang awalnya dipandang kurang user friendly.
 
Pada era ini, Google selaku pihak pengembang utamanya memprakarsai sebuah kompetisi pengembangan aplikasi Android terbaik yang terbagi menjadi 2 sesi dimana masing-masing sesi memilih 50 aplikasi terbaik dan pemenangnya mendapatkan hadiah uang sebesar 25.000 USD.
 
Android versi 2.2 (Froyo: Frozen Yoghurt)
Butuh 5 bulan bagi Google untuk melakukan regenerasi dari Android Eclair versi sebelumnya ke versi Froyo Frozen Yoghurt. Pada tanggal 20 Mei 2010, Android versi 2.2 alias Android Froyo ini dirilis. Sistem operasi dengan julukan Froyo ini melakukan beberapa update dan juga pembenahan seputar aplikasi serta tampilannya. Keinginan untuk bisa menempatkan sebuah kartu ekspansi berbentuk slot Micro SD berkapasitas besar sudah bisa diwujudkan oleh OS versi ini. Aplikasi lainnya yang juga dilakukan pembaharuan adalah dukungan Adobe 10.1 serta kecepatan kinerjanya yang jauh lebih baik hingga 5x lebih cepat jika dibandingkan dengan versi sebelumnya.
 
Android versi 2.3 (Gingerbread)
7 bulan kemudian Android kembali melakukan gebrakan dengan merilis kembali Android versi 2.3 atau yang dikenal sebagai Android Gingerbread. Gingerbread terlihat sangat berbeda dari sistem operasi sebelumnya dimana tampilan Gingerbread jauh lebih atraktif dan sudah mampu mendukung fitur dual kamera untuk melakukan video call. Bukan hanya itu saja, Android Gingerbread juga mulai mengkonsentrasikan kepada kemampuan untuk meningkatkan mutu aplikasi-aplikasi permainan (games) yang dijalankan didalamnya. 
 
Android versi 3.0/3.1 (Honeycomb)
Pada bulan Mei 2011 Android versi 3.0/3.1 atau Android Honeycom dirilis. Android Honeycomb merupakan sebuah sistem operasi Android yang tujuannya memang dikhususkan bagi penggunaan tablet berbasis Android. Halaman pengguna (user interface) yang digunakan pada Android versi ini juga sangat berbeda dengan yang digunakan pada smartphone Android. Hal tersebut tentu saja disebabkan oleh tampilan layar yang lebih besar pada tablet serta untuk mendukung penggunaan hardware dengan spesifikasi yang lebih tinggi yang digunakan pada perangkat tersebut.
 
Android versi 4.0 (ICS: Ice Cream Sandwich)
Android ICS atau Ice Cream Sandwich juga dirilis pada tahun yang sama dengan Honeycomb, yaitu pada bulan Oktober 2011. Kini, Android Ice Cream Sandwich merupakan salah satu sistem operasi yang paling banyak digunakan oleh para pengembang smartphone yang sudah memiliki nama besar seperti Samsung, Sony, Acer dengan smartphone ICS Acer Liquid Gallant E350 terbarunya serta produsen-produsen kelas berat lainnya untuk digunakan pada produk-produk terbaru mereka. 
 
Begitu banyak fitur-fitur terbaru yang disematkan pada sistem operasi ini, antara lain yaitu fitur yang memaksimalkan fotografi, grafis dan resolusi gambar, kualitas video, sistem pengenal wajah dan masih banyak lagi lainnya.
 
Android versi 4.1 (Jelly Bean)
Android Jelly Bean merupakan versi Android yang terbaru pada saat ini. Salah satu gadget yang menggunakan sistem operasi Jelly Bean adalah Google Nexus 7 yang diprakarsai oleh ASUS, vendor asal Taiwan yang juga menjadi teman satu kampung halaman dengan Acer. Fitur terbaru dari sistem operasi Android Jelly Bean ini salah satunya adalah peningkatan kemampuanon-screen keyboard yang lebih cepat serta lebih responsif, pencarian data kontak dengan fiturVoice Search dan lain sebagainya. 

 Saat ini, ketika tulisan saya ini dibuat, Android mulai masuk pengembangan di versi 5.0 yang diberi nama : Key Lime Pie, dan Samsung sebagai salah satu pengembang Android terbesar didunia, telah mengumumkan akan segera mengadopsinya kedalam perangkat smartphone maupun tablet yang mereka buat.

Seperti apa fitur dari Key Lime Pie ini? InsyaAllah akan kita ketahui pada waktunya nanti…. 

Nexus_fireplace_fronta

Categories: Android | 1 Komentar

Navigasi pos

One thought on “Android dan sejarahnya

  1. Woow… keren.
    Emang bener, hp/gagdet pabrikan cina rata2 mengadopsi Android dan itu menguasai pasaran dunia dan Indonesia skrg ini. Nokia yg berbasis symbian dan java, skrg ini mengalami keterpurukan.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: