Teknologi Pendidikan dan Reformasi Pendidikan

Oleh : Armansyah

Aspek kelemahan hasil pendidikan :

1. Power of character (belum mampu mengembangkan kekuatan karakter, moral dan etika dari anak didik dalam rangka menegakkan nilai dan integritas manusia indonesia)

Indikasinya : egoisme pribadi/kelompok, melemahnya solidaritas, konflik sosial, korupsi, kurangnya tanggung jawab, krisis identitas dan tidak percaya diri

Pendidikan tidak hanya dalam artian bangku formal sekolah tetapi juga berasal dari lingkungan masyarakat, orang tua. 
Pendidikan harus utuh, tidak hanya kognitif tetapi juga sikap (karakter)

2.       Power of leadership

Pengertiannya cenderung direduksi sebatas kepandaian menjadi pemimpin. Berpotensi mengembangkan penguasaan leadership sebagai modal melahirkan Kreativitas, Inovasi, Kearifan dan kemandirianBelajar menjadi pemimpin, minimal untuk bisa memimpin dirinya sendiri dalam proses kemandirian. 

3. Power of citizenship

Belum mampu mewujudkan solidaritas, identitas, integritas nasional serta tanggung jawab dan idealisme sebagai warganegara. Prinsipnya dengan Power of Citizenship akan mampu mengembangkan sinergi, kekuatan dan inovasi untuk membangun “state-brand”dalam perspektif global.

Contoh: Peninggalan prasejarah paling lengkap ada di Besemah/ Pasemah Lahat. Nama asli tempat itu adalah Besemah sesuai dengan bahasa dan logat penduduk lokal. Tetapi Belanda menyebutnya sebagai Pasemah, masyarakat kita justru mengikuti logat/ prounance belanda (pasemah), tidak ada state-brand.

4. Power of Thinking

Praktek pendidikan kita tidak banyak memberikan latihan berpikir. Kebebasan berpikir cenderung dibatasi dengan berbagai dogma sehingga kapasitas berpikir anak didik tidak berkembang. Biarkan anak/siswa bebas berkata, jangan dikebiri atau dibatasi. Jangan membiasakan perilaku mencemooh atas suatu kesalahan.

5. Power of Skills

Ada kesan kuat bahwa sistem pendidikan kita dirancang untuk menghasilkan lulusan yang disiapkan untuk bekerja atau menjadi pekerja. Kita membuat mental kuli pada anak, bekerja pada orang lain. Sistem pendidikan kita juga tidak memiliki konsep mengembangkan kecakapan berwiraswasta maupun kemandirian. Siap kerja dan siap membuat lapangan pekerjaan sendiri melalui jiwa enterpreneurship dan skill-able.

Catatan tambahan :

  • Istilah reformasi dapat diartikan sebagai usaha perubahan untuk memperbaiki keadaan
  • Pendidikan merupakan lini yang tidak dapat dipandang sebelah mata dalam pembangunan
  • Pendidikan yang didefenisikan sebagai proses pencerahan pe-manusiaan yang mengarah pada pen-dewasa-an secara bertanggung jawab
  • Ia memerlukan visi dan misi yang memiliki relevansi dengan keadaan dan tuntutan jamannya
  • Karena setiap perubahan jaman akan mempengaruhi pula orientasi kebijakan (policy) pendidikan, entah itu secara teoritis dan atau praktisnya

Oleh karenanya perlu adanya revolusi pendidikan agar : 

  • Transformasi nilai-nilai teknodik yang diarahkan untuk pembangunan harus berpijak pada budaya setempat yang pada gilirannya akan menghasilkan insan yang berbudaya 
  • Alih teknologi belaka namun lebih berorientasi bagaimana memproduk teknologi yang berwawasan universal dengan menjunjung integrated local values atau menyerap/ menyatukan budaya/ kearifan lokal

Menurut Prof. Yusufhadi Miarso dalam Menyemai Benih Teknologi PendidikanReformasi dibidang pendidikan pada dasarnya merupakan upaya kearah terbentuknya masyarakat madani, yaitu masyarakat yang ditandai dengan:

a)      Pemberdayaan warga negara dan masyarakat agar tercapai keseimbangan antara pribadi dan negara

 b)      Hidup dan berkembangnya lembaga masyarakat dalam berbagai bentuk, sifat dan besaran yang tergabung dalam suatu ikatan etika

 c)       Kehidupan moral yang menjunjung tinggi martabat manusia, manusia sebagai subjek dan bukan objek pembangunan

 d)      Warga masyarakat berperan serta dalam membentuk suatu keluarga besar yang dijiwai semangat persaudaraan yang bersifat universal

 Tumbuh dan suburnya perkembangan kepekaan terhadap sesama dan lingkungan dengan saling menghargai, memperhatikan, kerjasama dan peduli

Categories: Pascasarjana, Teknologi Pendidikan | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: