Perencanaan Pendidikan : TQM, Proses & Penerapan Perencanaan

Oleh : Armansyah

  • Perencanaan pendidikan merupakan salah satu kebijakan yang teridenpendensi atau kerterkaitan dengan kebijakan lainnya. Setiap keputusan akan melewati mekanisme konstitusi.
  • Proses perencanaan pendidikan (kegiatan telaah/kajian, penelitian awal mengenai kebutuhan yang ada pada aspek pendidikan pada suatu wilayah seperti survey, observasi atau study kelayakan) yang diarahkan pada relevansi, efektivitas dan efesiensi pendidikan (waktu, tenaga dan biaya)
  • Perubahan paradigma: sentralistik kepada desentralisasi mengenai otonomi daerah (yaitu daerah punya hak untuk mengatur sendiri keuangan, kebutuhan, sdm dan sebagainya) dan perimbangan keuangan pusat dan daerah

Penerapan Perencanaan

  • Penerapan manajemen berbasis sekolah (MBS) : Memberikan kewenangan penuh kepada sekolah dan guru dalam mengatur proses pembelajaran
  • Tujuan MBS –> meningkatkan efisiensi, mutu dan pemerataan yang diperoleh melalui sumber daya yang ada, partisipasi masyarakat dan penyederhanaan birokrasi 
  • Peningkatan mutu diperoleh melalui partisipasi orang tua, kelenturan pengelolaan sekolah dan profesionalisme guru

Implikasi desentralisasi manajemen pendidikan adalah pemberian kewenangan yang lebih besar diberikan kepada kabupaten dan kota untuk mengelola pendidikan dasar dan menengah sesuai dengan potensi dan kebutuhan daerahnya

Posisi perencanaan pendidikan dalam pendidikan nasional

Jenjang pendidikan dan struktur kependudukan yaitu lamanya masa pendidikan untuk tingkat sekolah dasar dan menengah. Usia 6-15 tahun jenjang primary basic education, 16-18 second education

Empat (4) Latar belakang lahirnya MBS atas laporan Bank Dunia, yaitu :

  1.  Institusi pemerintah yang mengelola pendidikan dasar kurang terkoordinasi antara Depdiknas, Depdagri dan Depag
  2. Pengelolaan SMP (diluar sekolah keagamaan Madrasah Tsanawiyah dibawah Depag) sepenuhnya dilakukan oleh Depdiknas sehingga terjadi tanggung jawab ganda
  3. Anggaran pendidikan nasional dikelola secara kaku dan terkotak-kotak (Depkeu, Depdiknas dan Depdagri)
  4. Manajemen tingkat sekolah belum efektif

Posisi perencanaan pendidikan

  1. Posisi Strategis : memberikan kejelasan arah dalam penyelenggaraan pendidikan
  2. Perencanaan harus mampu mengidentifikasi berbagai kekuatan SWOT, memahami sifat dasar manusia, kebutuhan dalam perencanaan, menguasai berbagai jenis pendekatan dalam perencanaan sistem memformulasikan suatu rencana. Pemahaman telaah masalah pendidikan (telaah fisik dan non fisik, such as kurikulum, guru, manajemen kelas dan seterusnya)

Categories: Pascasarjana, Teknologi Pendidikan | 1 Komentar

Navigasi pos

One thought on “Perencanaan Pendidikan : TQM, Proses & Penerapan Perencanaan

  1. wish these all readers know who really “what” you are. *sigh

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: