Landasan Sosial Budaya Pendidikan

Oleh : Armansyah

Latar Belakang

  1. Manusia adalah makhluk sosial
  2. Pendidikan adalah usaha sadar dan sengajaa untuk membantu perkembangan potensi
  3. Perubahan sosial akibat kemajuan teknologi menimbulkan efek disintegrasi pada semua bidang termasuk pendidikan

Pendidikan sendiri bisa dimaknai sebagai proses interaksi antara 2 individu, 2 generasi atau lebih yang saling belajar sehingga memungkinkan perkembangan peradaban dimasyarakat.

Sosiologi Pendidikan adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang hubungan dan interaksi manusia, baik individu atau kelompok dengan persekolahan sehingga terjalin kerjasama yang sinerja dan berkesinambungan antara manusia dan pendidikan

Kebudayaan adalah cara hidup yang telah dikembangkan oleh anggota masyarakat. Mencakup semua cara hidup ditambah dengan kehidupan yang diciptakan oleh manusia itu sendiri sebagai warga masyarakat.

Manfaat pendidikan dan meningkatkan peranan mereka sebagai warga masyarakat, keduanya tidak dapat dipisahkan karena saling membutuhkan

Hubungan landasan sosial budaya terhadap pendidikan :

  1. Mewujudkan masyarakat yang cerdas
  2. Transmisi budaya –> reproduksi budaya yang menempatkan sekolah sebagai pusat penelitian dan pengembangan (umumnya ada pada universitas/perguruan tinggi)
  3. Pengendalian sosial –> misalnya mencegah adanya tawuran antar siswa, kampung dan seterusnya
  4. Meningkatkan imtaq
  5. Analisis kedudukan pendidikan dalam masyarakat

Pertanyaan yang menuntut jawaban:

Apakah ada pengaruhnya penerapan pembelajaran landasan sosial budaya terhadap pendidikan antara kota dan daerah?

Apakah peran sosial budaya sudah maksimal dalam kondisi yang sudah terjadi? Bagaimana dengan maraknya aktivitas seks bebas dikalangan pelajar, penggunaan narkoba dan juga tawuran dalam kaitan pembahasan ini….

Bagaimana pula dengan figur para pemimpin bangsa dan para guru yang mengajar dikelas yang justru tidak menunjukkan keteladanan penguasaan sosial budaya itu sendiri? Baku hantam antara sesama anggota dewan yang duduk diparlemen dan bisa disaksikan secara luas oleh masyarakat melalui televisi, lintas usia dan lintas pendidikan telah menampilkan fakta bila landasan sosial budaya terhadap pendidikan ternyata masih menghadapi halangan terjal yang berliku. 

Figur guru yang sering marah dikelas, merokok dan berbicara kasar pun harus ikut menjadi pekerjaan rumah dalam penerapan optimalisasi peran landasan sosial budaya terhadap pendidikan.

Sebuah catatan kritis berikutnya : Beberapa waktu lalu di MetroTV ada sebuah statemen yang kemudian diprotes banyak pihak bahwa ROHIS, dalam hal ini sebuah aktivitas keagamaan yang salah satu tujuan utamanya peningkatan imtaq justru dituding sebagai tempat masuknya terorisme. Bagaimana kemudian landasan sosial budaya pada salah satu butir diatas terhadap pendidikan, bisa diaplikasikan.

Mengapa munculnya suatu budaya ? Jawabnya karena manusia punya potensi, kecerdasan sehingga memunculkan cipta dan karsa dalam interaksinya.

Manusia memiliki kecerdasan :

  1. Linguistik
  2. Logika
  3. Matematika
  4. Musik
  5. Ruang
  6. Interpersonal
  7. Intrapersonal

Didalam masyarakat dikendalikan nilai-nilai operasional seperti :

  1. Lingkungan nasional
  2. Lokal
  3. Kelompok

Nilai ediel : agama dan filsafat kemanusiaan 

Perubahan kebudayaan –> perubahan yang terjadi akibat adanya ketidak sesuaian antara unsur-unsur kebudayaan yang saling berbeda sehingga terjadi keadaan yang tidak serasi fungsinya bagi kehidupan

 Faktor-faktor internal perubahannya :

  1. Adanya ketidakpuasan terhadap sistem nilai yang berlaku
  2. Adanya individu yang menyimpang dari sistem nilai yang berlaku
  3. Adanya penemuan baru yang diterima oleh masyarakat
  4. Adanya perubahan jumlah dan kondisi penduduk

 

Faktor eksternal :

  1. Bencana alam
  2. Peperangan
  3. Kontak dengan masyarakat lain

Globalisasi :

  1. Proses terbentuknya suatu sistem organisasi dan sistem komunikasi antara masyrakat diseluruh dunia untuk mengikuti sistem dan kaidah yang sama
  2. Suatu proses yang didalamnya batas-batas negara luluh dan tidak penting lagi dalam kehidupan

Cara penanggulangannya :

  1. Filterisasi à perorangan, masyarakat dan lembaga/ pemerintah
  2. Pendidikan à memberikan pengajaran pada masyarakat terhadap baik buruknya suatu perubahan

Keragaman hidup bermasyarakat  :

  1. Pluralitas (plurality) –>  jamak, suatu hal yang lebih dari satu
  2. Keragaman (disversity) –> suatu hal yang lebih adri satu yang berbeda-beda, heterogen
  3. Multikulturalisme –> kesediaan untuk menerima kelompok masyarakat lain secara sama sebagai suatu kesatuan tanpa memandang dan membedakan budaya, etnik, gender, ras, bahasa ataupun agama.

Dari sini muncullah istilah : Bhineka Tunggal Ika

Categories: Teknologi Pendidikan | 3 Komentar

Navigasi pos

3 thoughts on “Landasan Sosial Budaya Pendidikan

  1. tambah referens bku skalian pak..biar bs ad sumber to pgangan..

  2. bete kalo inget tugas blog -__-

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: