Metode Penelitian: Populasi, sampling dan teknik acak

Populasi :

  1. Adalah objek/subjek yang diteliti
  2. Merupakan wilayah yang akan diteliti dan sekaligus sebagai wilayah berlakunya kesimpulan penelitian
  3. Merupakan kumpulan subjek/obyek yang memiliki karakteristik/ciri yang diperlukan sebagai sumber data penelitian

Contoh : penduduk suatu daerah, siswa (subjek)

Kondisi sosial ekonomi, prestasi belajar (obyek)

Sampel :metodepenelitian

  1. Adalah sejumlah subjek/objek yang terpilih untuk mewakili populasi
  2. Penggunaan sampel atas pertimbangan luas/besarnya populasi, biaya dan waktu
  3. Pemilihan sampel dapat dilakukan melalui teknik acak (probability sampling) atau tidak acak (non probability sampling)

Teknik acak :

  1. Setiap anggota populasi berpelang sama untuk terpilih menjadi sampel
  2. Sampel yang terpilih digunakan sebagai alat penduga karakteristik populasi

Teknik acak dapat dibedakan atas :

  1. Acak sistematik (systematic sampling)
  2. Acak berstrata (stratified random sampling)
  3. Acak berkelompok (cluster sampling)
  4. Harus memenuhi normalitas data (didata jumlah populasinya, ditentukan teknik acaknya sesuai nomor 3 diatas)

Penjelasan :

Acak sederhana :

-          Syaratnya : jumlah populasi relatif kecil, setiap anggota populasi mempunyai karakteristik yang sama (homogen)

-          Caranya : Melalui undian (seperti model arisan ibu-ibu), mengunakan tabel bilangan acak (sumber: Sugiarto, 2011)

 –         Sampel acak sederhana seperti arisan, dilakukan dengan memasukkan nama-nama populasi sampel (kerangka sampel), kemudian dikocok/diguncang, nama-nama yg keluar dari kocokan tersebut adalah unit sampel (orang yg akan menjadi responden).

  –          Kelemahannya : karakteristik yang menjadi populasi sampel adalah homogen. Kelemahan dari simple random sampling (sampel acak sederhana) adalah tidak bisa dilakukan saat populasi sampel berjumlah banyak.

Contoh : Ingin mengetahui pendapat anggota DPR komisi II akan wacana di masyarakat, maka nama-nama pada anggota DPR komisi II yang berjumlah sekitar 120 dimasukkan kedalam kotak, dan nama yg keluar adalah orang yg akan menjadi responden.

Merupakan sistem pengambilan sampel secara acak dengan menggunakan undian atau tabel angka random. Tabel angka random merupakan tabel yang dibuat dalam komputer berisi angka-angka yang terdiri dari kolom dan baris, dan cara pemilihannya dilalukan secara bebas.

Pengambilan acak secara sederhana ini dapat menggunakan prinsip pengambilan sampel dengan pengembalian ataupun pengambilan sampel tanpa pengembalian.

Kelebihan: mengatasi bias yang muncul dalam pemilihan anggota sampel, dan kemampuan menghitung standard error.

Kekurangan: tidak adanya jaminan bahwa setiap sampel yang diambil secara acak akan merepresentasikan populasi secara tepat.

Acak sistematis :

-          Merupakan sistem pengambilan sampel yang dilakukan dengan menggunakan selang interval tertentu secara berurutan. Misalnya, jika ingin mengambil 1000 sampel dari 5000 populasi secara acak, maka kemungkinan terpilihnya 1/5. Diambil satu angka dari interval pertama antara angka 1-5, dan dilanjutkan dengan pemilihan angka berikutnya dari interval selanjutnya.

-          Kelebihan: lebih praktis dan hemat dibanding dengan pengambilan acak sederhana.

-          Kekurangan: tidak bisa digunakan pada penelitian yang heterogen karena tidak mempunyai/  menangkap keragaman populasi heterogen.

-          Prasyarat : tersedianya daftar anggota populasi

-          Teknik : tentukan jarak (interval) secara acak sebagai dasar pemilihan sampel, tentukan sampel pertama atas dasar angka yang terpilih, selanjutnya pilih berdasarkan kelipatan angka tersebut

-          Pada kondisi populasi tak terbatas, dapat dilakukan dengan terlebih dahulu mengelompokkan populasi kedalam beberapa kelompok sesuai dengan jumlah sampel yang diperlukan (petani, pedagang, pns, pelajar)

Acak bertingkat :

-          Dimaksudkan agar semua perbedaan dalam populasi terwakili

-          Tingkat dalam hal ini dapat berkaitan dengan jenjang pangkat, penghasilan, struktur pemerintahan dan sebagainya

-          Pemilihan pada tiap tingkat dilakukan sesuai dengan pemilihan sampel acak sederhana

-          Jumlah sampel pada tiap strata dapat dilakukan secara pukul rata atau proporsional

 –          Contoh : Untuk mengetahui pendapat pemilih muda pada pemilu Indonesia 2013, maka lembaga survey memintai pendapat pemilih muda di Provinsi Sumsel sejumlah 1000 responden. Dengan komposisi 60% adalah pelajar SMA dan 40% lainnya adalah anak-anak yg tidak mengenyam pendidikan SMA. Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui opini orang-orang yangg diasumsikan lebih terpelajar.

-          Kelebihan: lebih tepat dalam menduga populasi karena variasi pada populasi dapat terwakili oleh sampel.

-      Kekurangan: harus memiliki informasi dan data yang cukup tentang variasi populasi penelitian, kadang-kadang ada perbedaan jumlah yang besar antar masing-masing strata/lapisan/tingkat

 

Acak kelompok :

  • Kelompok dalam hal ini dapat dimaknai kelas,  kapling tanah, kelompok sosial tertentu yang bila tidak dipilih perkelompok akan mengganggu jalannya penelitian (misalnya jika pemilihan siswa untuk dipilih sebagai tempat eksperimen suatu metode mengajar, maka pemilihan per individu pada kelas tertentu akan mengganggu suasana kelas)
  • Pilih beberapa kelas yang dibutuhkan dengan menggunakan prinsip acak sederhana

Sampel tak acak :

-          Umumnya digunakan pada penelitian kualitatif, tidak semua anggota populasi berpeluang untuk dipilih sebagai sampel

-          Macamnya :

  1. Quota sampling ( Peneliti sudah membatasi data yang akan ia gunakan sebelum memulai penelitiannya )
  2. Insidental sampling ( Tidak membatasi jumlah data ) 
  3. Purpositive sampling ( Sesuai tujuan penelitian, jadi data atau populasi yang digunakan harus sesuai ) 
  4. Sampling jenuh (Cukup dengan data yang sudah ia dapatkan tanpa dibatasi jumlahnya ) 
  5. Snow ball sampling  (Pengembangan data dari satu sumber data kearah data berikutnya yang relevan )

Ukuran sampel :

  1. Pada dasarnya ukuran sampel ditentukan oleh besarnya jumlah populasi, taraf signifikansi yang diinginkan
  2. Makin dekat jumlah sampel dengan jumlah populasi maka peluang kesalahan makin kecil
  3. Dapat menggunakan Nomogram Harry king, rumus/ tabel Isaac dan Michael (Sugiyono:2011)

TABEL PENENTUAN JUMLAH SAMPEL DARI POPULASI TERTENTU

DENGAN TARAF KESALAHAN, 1, 5, DAN 10 %

N

Siginifikasi

N

Siginifikasi

1%

5%

10%

1%

5%

10%

10

10

10

10

280

197

155

138

15

15

14

14

290

202

158

140

20

19

19

19

300

207

161

143

25

24

23

23

320

216

167

147

30

29

28

28

340

225

172

151

35

33

32

32

360

234

177

155

40

38

36

36

380

242

182

158

45

42

40

39

400

250

186

162

50

47

44

42

420

257

191

165

55

51

48

46

440

265

195

168

60

55

51

49

460

272

198

171

65

59

55

53

480

279

202

173

70

63

58

56

500

285

205

176

75

67

62

59

550

301

213

182

80

71

65

62

600

315

221

187

85

75

68

65

650

329

227

191

90

79

72

68

700

341

233

195

95

83

75

71

750

352

238

199

100

87

78

73

800

363

243

202

110

94

84

78

850

373

247

205

120

102

89

83

900

382

251

208

130

109

95

88

950

391

255

211

140

116

100

92

1000

399

258

213

150

122

105

97

1100

414

265

217

160

129

110

101

1200

427

270

221

170

135

114

105

1300

440

275

224

180

142

119

108

1400

450

279

227

190

148

123

112

1500

460

283

229

200

154

127

115

1600

469

286

232

210

160

131

118

1700

477

289

234

220

165

135

122

1800

485

292

235

230

171

139

125

1900

492

294

237

240

176

142

127

2000

498

297

238

250

182

146

130

2200

510

301

241

260

187

149

133

2400

520

304

243

270

192

152

135

2600

529

307

245

Source:  Isaac and Michael, 1981; Smith, MF, 1983

nomogram

 

Nomogram Harry king

About these ads
Categories: Pascasarjana, Teknologi Pendidikan | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Berikan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com. The Adventure Journal Theme.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 4.308 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: